Ulee: Dalam bahasa Aceh berarti kepala, pangkal, atau ujung.
Ceue: Berarti batas atau garis perbatasan.
Ulee Ceue bermakna Ujung Batas atau Tapal Batas
Teubeng: Secara adat bernaung di bawah wilayah Kemukiman Teubeng.
Pada masa lampau, nama ini disematkan oleh para pendahulu untuk menandai kawasan yang menjadi batas geografis akhir garis perbatasan wilayah antar-komunitas dengan kemukiman Krueng Seumideun.
Kabupaten Pidie (yang memiliki jejak sejarah erat dengan masa Kerajaan Pedir kuno) sejak dahulu dikenal sebagai salah satu pusat peradaban agraris di pesisir Timur Aceh. Kawasan Kemukiman Teubeng sendiri berada di wilayah dataran rendah, di mana kehidupan sosial-ekonomi leluhurnya dibentuk oleh dua elemen utama: sektor pertanian (khususnya persawahan) dan institusi keagamaan yang berpusat di Meunasah.